Perbedaan Antara Manual Library dan Cyber Library (Open Source & Subscribe)
Putri Siska Agustina
16030234031
Kimia B 2016

Definisi Perpustakaan

Kata perpustakaan berasal dari kata pustaka, yang berarti kitab atau buku-buku. Kemudian kata pustaka mendapat awalan per- dan akhiran -an, menjadi perpustakaan yang mengandung arti kumpulan buku-buku bacaan, bibliotek, dan buku-buku kesusastraan. Istilah perpustakaan bahkan bermula sejak zaman Mesopotamia dan budaya mesir Kuno saat mana orang menggunakan “Scroll, papyri, tanah liat sebelum system tulisan lahir.

Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi karya cetak dan non cetak, sumber informasi dalam komputer yang diatur secara sistematis, atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai sumber informasi guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Sejarah perpustakaan di Indonesia dimulai pada tahun 400-an, yaitu saat lingga batu dengan tulisan Pallawa ditemukan dari periode Kerajaan Kutai. Di pulau Jawa, sejarah perpustakaan tersebut dimulai pada masa Kerajaan Mataram, dimulai dari dikenalnya pujangga keraton yang menulis berbagai karya sastra. Salah satu karya pujangga keraton tersebut adalah Sang Hyang Kamahayanikan yang memuat uraian tentang agama Budha Mahayana. Menyusul kemudian Sembilan parwa sari cerita Mahabharata dan satu kanda dari epos Ramayana.

Pada Pasal 4 UU No.43 tahun 2007 tentang perpustakaan disebutkan bahwa Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mendayagunakan koleksinya untuk kepentingan umum bukan untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.

Fungsi perpustakaan bermacam-macam menurut sudut pandangnya. Fungsi Informatif, memilih informasi yang relevan sesuai dengan kebutuhannya. Fungsi Pendidikan, dapat mempercepat penguasaan dalam bidang pengetahuan dan teknologi baru. Fungsi kebudayaan, menumbuhkan budaya baca sebagai bekal penguasaan alih teknologi. Fungsi Rekreasi, menunjang berbagi kegiatan kreatif serta hibuaran yang positif


Manual Library

Pepustakaan yang berada dalam suatu ruangan atau gedung yang berdiri sendiri dan beriis buku-buku yang diatur sebagaimana mestinya agar mudah diakses oleh pengunjung perpustakaan. Dalam penerapannya tidak menggunakan teknologi komunikasi dan internet melainkan secara manual. Menggunakan banyak media seperti rak-rak buku, meja, dan kursi.


Cyber Library

Cyber library  merupakan suatu kumpulan/koleksi artikel-artikel dan laporan multimedia yang tersedia dalam skala besar yang terorganisasi dengan perangkat manajemen informasi dan metode yang mampu menampilkan data sebagai informasi dan pengetahuan yang berguna bagi masyarakat dalam berbagai konteks organsiasi dan sosial masyarakat. Mempunyai koleksi sebagian besar dalam bentuk format digital yang bisa diakses dengan komputer. Jenis perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang berupa kumpulan buku cetak, film, ataupun kaset audio video dll. Isinya berada dalam satu server yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat diakses dengan cepat dan mudah melalui jaringan komputer.

Dalam penerapannya dibutuhkan perangkat-perangkat pendukung untuk membangun perpustakaan digital sepeti komputer, internet, dan Software. Ada beberapa jenis software yang umum digunakan di perpustakaan berbasis IT baik yang berbasis offline maupun online (open source), di antaranya Athenaeum Light, Freelib, Senayan Open Source Library Management System dan Weblis

Perkembangan perpustakaan digital di indonesia cukup pesat terutama di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi. Jaringan perpustakaan digital di Indonesia d ikenal dengan Indonesia Digital Library Network (IndonesiaDLN). Pada tanggal 7 November 2001 Jaringan perpustakaan digital pertama di Indonesia. Indonesia Digital Library Network (IndonesiaDLN), mendapatkan pengakuan internasional setelah meraih juara pertama dalam kompetisi penulisan paper tantang perpustakaan digital bagi negara berkembang yang diselenggarakan American Society for Information Science and Technology (ASIST). Penghargaan terebut diperoleh melalui makalah karya Ismail Fahmi yang berjudul ”Indonesia DLN is Born to Struggle with the Digital Divide” .

Untuk menunjang perkembangan perpustakaan digital, peran pustakawan sangat penting. Karena pustakawanlah harus mengikuti perkembangan teknologi. Pustakawan tidak hanya dapat menjalankan program yang ada, tetapi sebaiknya dilibatkan dalam perancanngan sistem dalam pengembangan perpustakaan digital tersebut. Pustakawan diharapkan dapat mengerti sistem apa yang dapat mempermudah penelusuran informasi pada sistem perpustakaan digital, dan melakukan kerjasama perancangan sistem perpustakaan digital dengan pakar Teknologi Informasi. pustakawan yang bertugas dibidang koleksi digitalisasi harus selalu meng-up date informasi yang ada di situs web perpustakaan tersebut.

·       Open Source
   Open source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) ynag tersebar dan tersedia bebas. Open source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan  pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.

·       Subscribe
    Cyber Library menyediakan menu layanan gratis ataupun berbayar untuk pembaca, memudahkan pembaca untuk mengetahui informasi/pengetahuan terbaru berkaitan dengan perpustakaan. Pembaca mengetahui informasi pengetahuan terbaru melalui tautan yang dikirim lewat email pembaca.

 Contoh direktori Cyber Library

No
Direktori Cyber Library
Keterangan
1
Perpustakaan Nasional Repiblik Indonesia
2
Perpustakaan Online Indonesia
3
Perpustakaan Online Kementrian Negara Lingkungan Hidup
4
Perpustakaan Online Departemen Kesehatan
5
Perpustakaan Online Dinas Pendidikan Pangkal Pinang
6
IAIN Sunan Ampel
7
Institut Pertanian Bogor - Ilkom FMIPA
8
Institut Teknologi Bandung - Perpustakaan Pusat
9
Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
10
Universitas Airlangga
11
Universitas Muhammadiyah Malang
12
Perpustakaan STAN
13
Perpustakaan Universitas Airlangga
14
Perpustakaan Universitas Indonesia
15
Perpustakaan Universitas BINUS
16
Perpustakaan Univ. Padjajaran Bandung
17
Perpustakaan Univ. Tarumanagara
18
VIRTUAL XBook

Perbedaan manual library dan cyber library/ digital library,

Manual library :
  • ·       Waktu dan tempat mengakses terbatas
  • ·       Harus mengunjungi tempat
  • ·       Ada kemungkinan menghilangkan buku dan mengganti
  • ·       Peminjaman melalui prosedur tertentu


Cyber/digital Library :
  • ·       Waktu dan tempat mengakses tidak terbatas
  • ·       Tidak harus mengunjungi tempat
  • ·       Tidak ada kemungkinan menghilangkan dan mengganti buku
  • ·       Tidak perlu melalui prosedur apapun







Sumber yang digunakan :
http://e-journal.uajy.ac.id/643/3/2TA12721.pdf (diakses pada tanggal 23 September 2017)
http://digilib.unila.ac.id/10140/131/BAB%20II.pdf (diakses pada tanggal 23 September 2017)
http://repository.uinsu.ac.id/769/1/vol.06no.02%20%287%29.pdf (diakses pada tanggal 23 September 2017)
https://id.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan_digital (diakses pada tanggal 23 September 2017)

http://journal.unair.ac.id/filerPDF/PERPUSTAKAAN%20DIGITAL.pdf (diakses pada tanggal 23 September 2017)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan DOI dengan ISSN dan ISBN

Pemanfaatan Daun Sirih (Zotero)