Pengindeks Jurnal
Pengindeks Jurnal
Pengindeks jurnal merupakan sebuah sarana
untuk mengindeks setiap jurna yang dipublish oeh peneliti atau ilmuwan. Mengindeks
berarti mengukur produktivitas hingga dampak dari sebuah karya yang diterbitkan
seorang ilmuwan, didasarkan pada jumkah karya ilmiah yang dihasilkan oleh
seorang ilmuwan dan jumlah kutipan yang diterima dari publikasi lain.
Pengindeksan sendiri dibagi menjadi beberapa
tipe yaitu :
1.
Regional Indexes
Indeks yang fokus kepada jurnal dari daerah tertentu di dunia. Contohnya jurnal kesehatan Medicus Indeks untuk Mediterania Timur Derah. Regional indexs menyediakan informasi penting penelitian dan publikasi , juga berguna meningkatkan visibilitas serta membangun komunitas ilmiah lokal.
Indeks yang fokus kepada jurnal dari daerah tertentu di dunia. Contohnya jurnal kesehatan Medicus Indeks untuk Mediterania Timur Derah. Regional indexs menyediakan informasi penting penelitian dan publikasi , juga berguna meningkatkan visibilitas serta membangun komunitas ilmiah lokal.
2.
General Indexes
Geberal Indexes hanya mengineks jurnal yang telah terdaftar dan dikenal, namun bisa menjadi tempat yang baik untuk mecari jurnal yang ada dengan pencocokan.
Geberal Indexes hanya mengineks jurnal yang telah terdaftar dan dikenal, namun bisa menjadi tempat yang baik untuk mecari jurnal yang ada dengan pencocokan.
3.
Citation Indexes
Citation indexes menjadi yang paling diinginkan sebab menganugerahkan Impact Faktor dari jurnal. Citation indexes tidak hanya berisi metadata dari jurnal namun juga dapat melihat berapa kali karya itu dikutip
Citation indexes menjadi yang paling diinginkan sebab menganugerahkan Impact Faktor dari jurnal. Citation indexes tidak hanya berisi metadata dari jurnal namun juga dapat melihat berapa kali karya itu dikutip
4.
Searh Engine
Search engine merupakan alat atau mesin yang digunakan untuk menemukan informasi di internet. Hanya perlu memasukkan beberapa kata kunci. Search engine memiliki manfaat seperti memperluas pembaca atas jurnal yang belum memenuhi kriteria dan sulit untuk diterbitkan.
Search engine merupakan alat atau mesin yang digunakan untuk menemukan informasi di internet. Hanya perlu memasukkan beberapa kata kunci. Search engine memiliki manfaat seperti memperluas pembaca atas jurnal yang belum memenuhi kriteria dan sulit untuk diterbitkan.
5.
Quality AssuredIndexes
Merupakan indeks yang memiliki kriteria kualitas
tertentu dan semua jurnal yang terindeks harus memenuhi kriteria tersebut.Impact Factor
IF merupakan ukuran dari sitasi terhadap jurnal-jurnal ilmu pengetahuan alam (science) dan ilmu pengetahuan sosial (social science), sering kali digunakan sebagai ukuran terhdap pentingnya suatu jurnal dalam bidangnya. Diciptakan oleh Eugene Garfield dari Institute of Scientific Information (ISI) pada tahun 1960 dengan menghitung indeks sitasi dari jurnal-jurnal yang diindeks oleh Thomson ISI dan dilaporkan setiap tahun dalam JCR (Journal Citation Report).
Indeks sitasi sendiri merupakan suatu indeks dari sitasi-sitasi berbagai penerbitan yang memungkinkan pengguna dengan mudah mendapatkan dokumen lebih baru mana yang mensitasi dokumen lebih lama yang mana. Pada awalnya dimaksud untuk memudahkan penarikan informasi namun semakin lama semakin banyak digunakan untk bibliometrics. Sekarang telah menjadi salah satu alat ukur populer untuk mengevaluasi mutu suatu jurnal dalam bidangnya.
Impact factor dihitung dengan membagi jumlah sitasi pada tahun sekarang pada artikel yang dupublikasikan dalam 2 tahun sebelumnya dengan jumlah artikel total yang dipublikasikan dalam dua tahun sebelumnya.
CiteScore
Merupakan jumlah kutipan diterima oleh sebuah jurnal dalam satu tahun untuk dokumen yang diterbitkan dalam 3 tahun sebelumnya, dibagi dengan jumlah dokumen yang di indeksakan dalam Sorpus yang diterbitkan dalam 3 tahun yang sama. Merupakan jawabn Scorpus kpada Impact faktor
Shimago Journal Rak (SJR)
SJR merupakan kelompok riset dari COnsejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC), Universitas Granada, Extremadura, Carlos III (Madrid) dan Alcala devisualisasi. Henares, didedikasikan untuk analisis informasi, representasi dan pengambilan dengan teknik SJR dihitung menggunakan database Scopus dengan memperhatikan : Journal coverage, Assigment criteria for types of documents, dan Accuracy of the linkage between references and surce records
H-index
H-index merupakan tolak ukur ilmuwan dalam mengembangkan hasil karyanya . Dapat berupa hasil penelitian yang dipublikasikan , hak paten, hak kekayaan intelektual, dan artikel-artikel yang diseminarkan dalam bentuk jurnal ilmiah. Dapat di media pengindekas pblikasi seperti Portal Garuda, DOAJ (Diretoryof Open Access Journals), ISJD, SINTA, Scopus dan lainnya.
Pertama kali dicetuskan oleh Jorge E Hirsch seorang fisikawan di San Diego pada tahun 1985. H-index menjadi yang paling efektir di era itu namun masih banyak kekurangan dalam validitasnya, rentan terhadap manipulasi sitasi pribadi. Dapat dicari di media pengindek dengan cara mengetikkan nama seseorang atau nama jurnalnya.
Penentuannya sendiri didasarkan pada jumlah publikasi yng terindeks dan yang mensitasi atau mngutipnya. Mnurut Terry Mart, ilmuwan memiliki H-index apabila emiliki paper sebanyak H dengan jumlah kutipan untuk setiap paper minimal sama dengan h juga.
Referensi :
https://alfasha27blog.wordpress.com/2017/01/25/indeksasi-jurnal/
(diakses tanggl 8 Oktober 2017)
http://news-ejournal.blogspot.co.id/2014/10/tipe-tipe-indeksasi-journal.html
(diakses tanggl 8 Oktober 2017)
https://elkimkor.com/2014/06/14/impact-factor-jurnal-ilmiah/
(diakses tanggl 8 Oktober 2017)
https://nazroel.id/2016/11/23/tips-cara-mengecek-impact-factor-sjr-dan-snip-jurnal-internasional/
(diakses tanggl 8 Oktober 2017)http://muh-amin.com/apakah-h-index-itu-dan-bagaimana-cara-menghitungnya/ (diakses tanggl 8 Oktober 2017)
Komentar
Posting Komentar